Group E : “Belanda”

Belanda

Data

Asosiasi : Koninklijke Nederlandse Voetbalbond
Julukan : Oranje
Seragam : Oranye-Putih
Kapten : Giovanni van Bronckhorst
Pelatih : Bert van Marwijk
Profile Singkat

MENANG atau kembali pulang dengan tangan hampa. Timnas Belanda terbilang sensasional tiap kali menapak ajang Piala Dunia, kendati mereka belum sempat merebut trofi sekalipun.

Tim Oranje tercatat dua kali tampil di final Piala Dunia, yakni 1974 dan 1978. Sayangnya, pasukan negeri Kincir Angin itu harus menelan kekalahan telak dari tim tuan rumah. 32 tahun lalu, Argentina menghadang mereka merebut gelar. Empat tahun berselang, giliran Jerman Barat membungkus piala setelah menang 2-1.

Peluang Belanda kembali muncul pada Piala Dunia 1998 di Prancis. Namun, mereka harus puas terdepak dari tiga besar dan menempati peringkat keempat.

Empat tahun kemudian, Belanda tidak lolos Piala Dunia yang digelar Macan Asia Jepang/Korea Selatan. Mereka tereliminasi usai menelan kekalahan dari Portugal dan Republik Irlandia. Hasil buruk kala itu memaksa pelatih Louis van Gaal meletakkan jabatan.

Pada 2006, Oranje menatap positif langkah menuju Jerman. Skuad besutan Marco van Basten ini lolos Grup C setelah mengalahkan Serbia & Montenegro 1-0 dan Pantai Gading 2-1, serta menahan langkah juara grup Argentina 0-0. Sayang, mereka terusir dari kompetisi akibat kekalahan 1-0 dari Portugal. Laga ini cukup terkenal setelah media menjulukinya “Battle of Nuremberg” pasca dikeluarkannya 16 kartu kuning dan empat kartu merah sekaligus dalam satu pertandingan.

Mengusung semangat dan ambisi serupa, tahun depan, Belanda optimis berangkat ke Afrika Selatan pasca-delapan kemenangan dari delapan laga. Mereka sukses menduduki peringkat teratas Grup 9 meski mendapat perlawanan ketat dari Norwegia dan Skotlandia.

Namun, perjalanan masih panjang demi menembus penyisihan Grup E. Di tangan Bert van Marwijk, Flying Dutchman harus bersiap menghadapi Jepang, Denmark, dan Kamerun yang kekuatannya tak bisa diremehkan begitu saja.

Jenderal Van der Vaart
Tim internasional Belanda memang tak kurang pemain bintang. Diantaranya Rafael van der Vaart, Klaas-Jan Huntelaar, Dirk Kuyt, Robin van Persie dan Wesley Sneijder. Namun, nama gelandang serang Real Madrid, van der Vaart, menyandang prestasi lebih.

Aksi perdana Van der Vaart di pentas besar yakni pada Piala Dunia 2006 di Jerman. Kendati dibekap cedera, pemuja Romario ini tetap dipasang pada laga pembuka melawan Serbia dan Montenegro. Sejak saat itu, dia selalu punya tempat di starting XI timnas.

Van der Vaart tetap menjadi pilihan pertama meski tampuk kekuasaan beralih ke tangan Bert van Marwijk. Pada 10 September 2008, mantan pilar Hamburg FC ini mengakhiri rekor tanpa gol saat mengantar timnas merebut kemenangan atas Macedonia 2-1. Jebolan Ajax Amsterdam bahkan sempat menyandang gelar kapten Timnas Belanda pada bentrok melawan Inggris di laga persahabatan, 12 Agustus 2009.

Tentang koleksi gol, van der Vaart memang belum mampu menyamai rekor top skorer Patrick Kluivert. Dia hanya mengantongi 15 gol dari 74 laga sejak 2001.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s